Biografi Imam Abu Hanifah


Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak, salah satu imam dari kaum muslimin, pemimpin orang-orang alim, salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Di kalangan umat Islam, beliau lebih dikenal dengan nama Imam Hanafi.
Nasab dan Kelahirannya bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi
Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah, menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. Adapula yang mengatakan dari Anbar, yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia.

Biografi Al-Imam Malik Bin Anas


Dahulu kala tepatnya tahun 93 H di kota Madinah lahir seorang anak yang di kemudian hari dikenal dengan sebutan Imam Malik.
Kunyah beliau Abu Abdillah, dan nama lengkap beliau Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani. Beliau diberi gelar Syaikhul Islam, Hujjatul Ummah, Mufti Al Haramain (Mufti dua tanah suci) dan Imam Daarul Hijrah.
Pada tahun yang sama wafat shahabat Nabi Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, pelayan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam.
Ayah beliau, Anas adalah seorang ulama besar dari kalangan Tabi’in. Ibu beliau bernama ‘Aliyah bintu Syariik Al Adziyyah. Paman-paman beliau bernama Abu Suhail Nafi’, Uwais, Ar Rabi’, An Nadhar, semuanya putra Abu ‘Amr.

Biografi Imam Ahmad bin Hambal


Nasab dan Kelahirannya 
Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzuhl bin Tsa‘labah adz-Dzuhli asy-Syaibaniy. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada diri Nizar bin Ma‘d bin ‘Adnan. Yang berarti bertemu nasab pula dengan nabi Ibrahim.

Ketika beliau masih dalam kandungan, orang tua beliau pindah dari kota Marwa, tempat tinggal sang ayah, ke kota Baghdad. Di kota itu beliau dilahirkan, tepatnya pada bulan Rabi‘ul Awwal -menurut pendapat yang paling masyhur- tahun 164 H.
Ayah beliau, Muhammad, meninggal dalam usia muda, 30 tahun, ketika beliau baru berumur tiga tahun. Kakek beliau, Hanbal, berpindah ke wilayah Kharasan dan menjadi wali kota Sarkhas pada masa pemeritahan Bani Umawiyyah, kemudian bergabung ke dalam barisan pendukung Bani ‘Abbasiyah dan karenanya ikut merasakan penyiksaan dari Bani Umawiyyah. Disebutkan bahwa dia dahulunya adalah seorang panglima.

Biografi Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i


Beliau adalah Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qanidah Al-Hamadani Al-Wadi’i Al-Khallaaly dari kabilah Aalu Rasyid dan di timur Sha’dah dari lembah Dammaj. Pada permulaan mencari ilmu, beliau belajar pada sebuah jami’ Al-Hadi dan tak ada seorangpun pada waktu itu yang membantunya dalam thalabul ilmi. Selang beberapa waktu beliau pergi menuju Al-Haramain dan Najd.
Suatu ketika seorang penceramah memberinya nasihat tentang kitab-kitab yang ber-manfaat dan menunjukkannya pada Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadlush Shalihin, Fathul Majid dan memberinya satu nuskhah dari Kitab Tauhid. Beliau menekuni dan mempelajari buku-buku tersebut. Beberapa waktu kemudian beliau pulang ke negerinya dan mengingkari setiap apa yang dilihatnya yang menyelisihi tauhid dari penyembelihan yang diperuntukkan selain kepada Allah, membangun kubah di atas kuburan dan berdoa kepada orang-orang yang telah mati.

Nasehat Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohullah



"ASAL KESEPAKATAN ANTARA AHLUSSUNNAH ADALAH SATUNYA TUJUAN MEREKA"
1 November 2013 pukul 22:44
Bismillah,

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohullah berkata dalam kitab "Al-Ibaanah ‘An Kaifiyah At-ta’amul Ma’ Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah Wa Al-Jama’ah" halaman 39-41 :

"Asal KESEPAKATAN Antara Ahlus Sunnah Adalah SATUNYA TUJUAN MEREKA"

Yang menjadikan ahlus sunnah bersepakat antara mereka adalah satunya tujuan mereka dalam mengikuti Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak menginginkan ganti dan tidak pula ingin berpindah. 

Terjadinya perselisihan yang diperbolehkan antar mereka tidak memudharatkan mereka yaitu perbedaan dalam macam-macam penunaian ibadah dan sebagainya. 
Dan juga perbedaan pemahaman tidak memudharatkan mereka. 

Abdullah bin Umar

ABDULLAH BIN UMAR

Abdullah bin Umar termasuk kalangan shigharush shahabah (sahabat junior) dalam jajaran para sahabat nabi. Dikenal sebagai orang yang sangat ketat keteguhannya terhadap syariat. Imam Adz Dzahabi Rahimahullah menceritakan tentang beliau sebagai berikut: 

"Dia masuk Islam saat masih kecil dan ikut hijrah bersama ayahnya saat belum baligh. Pada perang Uhud dia masih kecil, perang pertama yang diikutinya adalah perang Khandaq. Dia termasuk yang ikut berbai'at di bawah pohon, bersama ibunya, Ummul Mu'minin Hafshah, Zainab binti Mazh'un saudara wanita Utsman bin Mazh'un Al Jumahi. 

Tahapan Dalam Memberi Nesehat

TAHAPAN DALAM MEMBERI NASEHAT
Agama adalah nasehat. Begitulah yang telah di tuturkan oleh qudwah kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hal ini menunjukkan betapa tinggi dan agungnya sebuah nasehat dalam Islam. Bahkan nasehat merupakan salah satu wujud nyata dari hadits nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang artinya:
Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nasehat adalah mencintai untuk sesama muslim apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, membimbingnya kepada kebaikan, menunjukinya kepada kebenaran apabila ia keliru, mengingatkannya bila lupa dan menjadikannya seorang saudara.