Nasehat Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohullah
"ASAL KESEPAKATAN ANTARA AHLUSSUNNAH ADALAH SATUNYA TUJUAN MEREKA"
1 November 2013 pukul 22:44
Bismillah,
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohullah berkata dalam kitab "Al-Ibaanah ‘An Kaifiyah At-ta’amul Ma’ Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah Wa Al-Jama’ah" halaman 39-41 :
"Asal KESEPAKATAN Antara Ahlus Sunnah Adalah SATUNYA TUJUAN MEREKA"
Yang menjadikan ahlus sunnah bersepakat antara mereka adalah satunya tujuan mereka dalam mengikuti Rasul shollallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak menginginkan ganti dan tidak pula ingin berpindah.
Terjadinya perselisihan yang diperbolehkan antar mereka tidak memudharatkan mereka yaitu perbedaan dalam macam-macam penunaian ibadah dan sebagainya.
Dan juga perbedaan pemahaman tidak memudharatkan mereka.
Imam Asy-Syaathibi rahimahullah berkata dalam "Al-Muwafaqat" (4/221) :
"Dan dari sini tampaklah sisi loyalitas, saling cinta, dan saling lemah lembut antara orang yang berselisih dalam permasalahan ijtihad sehingga mereka tidak menjadi bergolong-golong dan tidak terpecah menjadi pecahan-pecahan.
Karena MEREKA BERKUMPUL DIATAS TUNTUTAN TUJUAN SYARI'AT.".
Al-’Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam "Ash-Shawaa’iq Al-Mursalah" (2/519) :
"Dan terjadinya perbedaan antara manusia itu sesuatu yang mesti dan harus terjadi, disebabkan perbedaan keinginan mereka, pemahaman mereka dan kekuatan pengetahuan mereka.
Akan tetapi....
YANG TERCELA ADALAH SEBAGIAN MEREKA MELAMPAUI BATAS ATAS SEBAGIAN YANG LAIN DAN PERMUSUHANNYA….
Akan tetapi....
Jika pokoknya itu satu, tujuan yang dikejar itu satu, dan jalan yang ditempuh itu satu maka hampir-hampir tidak ada perbedaan.
Dan jika terjadi perbedaan maka suatu perbedaan yang tidak memudharatkan sebagaimana yang telah lewat dalam perbedaan diantara shahabat.
Sesungguhnya...
LANDASAN yang mereka membangun di atasnya itu satu yaitu kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.
Dan TUJUANnya satu yaitu ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.
Dan JALANnya adalah satu yaitu merujuk kepada dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mendahulukannya atas setiap ucapan, pendapat, qiyas, perasaan dan politik."
Abu Al-Muzhaffar As-Sam’any berkata dalam "Al-Intishar Li Ashhab Al-Hadits" (44) :
"Jika engkau meneliti kitab-kitab karangan mereka dari yang pertama sampai yang terakhir, yang terdahulu ataupun yang baru bersamaan perbedaan negeri mereka dan zaman mereka, dan jauhnya antara tempat tinggal mereka, dan tinggalnya setiap mereka di daerah yang berbeda, engkau temukan mereka dalam penjelasan keyakinan berada di atas titian yang satu dan di atas metode yang satu yang mereka berjalan padanya diatas jalan yang tidak menyimpang darinya dan tidak condong padanya.
Ucapan mereka pada hal ini satu dan perbuatan mereka satu tidaklah engkau lihat ada perbedaan antara mereka tidak pula perpecahan pada sesuatu meskipun sedikit.
Bahkan.....
Seandainya engkau kumpulkan semua yang terjadi pada lisan-lisan mereka dan mereka nukil dari pendahulu mereka engkau temukan seakan-akan itu berasal dari kalbu yang satu dan muncul dari lisan yang satu.
Apakah ada dalil yang menunjukkan pada kebenaran yang lebih terang dari ini....???
Dan sebab sepakatnya Ahlul hadits adalah mereka mengambil agama ini dari kitab dan sunnah dan jalan penukilan (dalil), maka mewariskan pada mereka kesepakatan dan persatuan."
Wahai Sunniiy.....(Ahlussunnah/salafiyyuun, pen)
Perhatianlah untuk memperbaiki bathinmu, yang demikian itu dengan menginginkan mengejar al-haq dan bermaksud mengikuti manhaj nubuwwah, menjauhi sifat ‘ujub dan menipu diri, dan menjauhlah dari kecenderungan jiwa untuk balas dendam, menzhalimi dan melampaui batas.
Sesungguhnya...
JIKA ENGKAU BERADA DALAM PERBAIKAN INI,
MAKA ENGKAU TIDAK AKAN TERJATUH PADA PERSELISIHAN YANG MERUSAK BERSAMA ORANG YANG MENGIKUTI JEJAK RASUL YANG ENGKAU TUJU DAN ENGKAU CARI.
Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah subhaanahu wa ta’ala.
Diterjemahkan oleh
‘Umar Al-indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar